ASAL USUL MANUSIA
A. Pendahuluan
Ada dua persepsi tentang siapa nenek moyang manusia. Dari kubu sains, mereka akan mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah Pithecantrophus erectus sedangkan dari kubu agama mereka menolak nenek moyangnya manusia purba karena mereka berasal dari Adam As. Perdebatan tentang masalah asal usul manusia memang terus berlanjut hingga sekarang.
Dewasa ini permasalahan tentang masalah nenek moyang mulai mengalami degradasi kepercayaan. Persepsi agama ( baca : Islam ) semakin bias. Hal ini disebabkan tidak adanya penguatan pendapat untuk membuktikan bahwa adam adalah nenek moyang manusia. Banyak orang meragukan , benarkah adam nenek moyang manusia ataukah Pithecantrophus erectus seperti yang diklaim oleh Charles Darwin ?
Sebelum kita memasuki ranah pemikiran Darwin tersebut, kita harus mengetahui dulu latar belakang pemikirannya. Charles Darwin yang hidup pada tahun 1804 – 1872 ternyata pemikirannya terinspirasi dari pendapatnya Ibnu Khaldun yang lahir empat abad sebelumnya di Maghrib, Afrika Utara. Cendikiawan besar muslim tersebut dalam kitabnya “Muqaddimah” mengemukakan bahwa dunia yang diistilahkan dengan “alam at takwin” ini diawali dengan alam benda, kemudian alam tumbuh tumbuhan, lalu disusul alam binatang. Manusia menurut Khaldun menduduki tempat tertinggi di alam binatang, suatu status yang dicapainya setelah ia melalui tahap kera, karena memiliki kemampuan untuk berpikir dan merenung.