Godokan panasnya cahaya sang surya semakin menambah aroma punahnya jiwa jiwa kemanusiaan di tanah tumpah darah ku.Kelamnya malam membuat beringasnya cara berfikir yang individualis tanpa mengerti lagi bahasa hati yang selalu menebarkan kerinduan bagi manusia manusia yang ada di dalamnya untuk beramah tamah dan saling bergotong royong.Hamparan zamrud khatulistiwa di sepanjang gris mata memandang sekarang tinggal puing puing debu yang mengepul di kejauhan mengkristal tertimpa cahaya mentari yang siap setiap saat menghanguskan kulit.Raksasa raksasa beton bertingkah pongah membusungkan dadanya membelah cakrawala di langit tanah air ku.Pejabat pejabat berdasi yang duduk manis terlindung di dalam gedung gedung perusak suasana langit bangsaku tertawa tawa dengan dasi mewahnya yang berkibar kibar memainkan dan merubah kehidupan di negaraku bak anak anak kecil bermain boneka.Hawa dingin yang mengalir dari sela sela mesin perusak atmosfer bumi ku
stand by siang malam tanpa pernah dimatikan, mereka mengaku orang orang berpendidikan tinggi, namun untuk masalah menjaga keadaan udara di bumi ku pun mereka tak bisa .
Malang nian nasib generasi generasi yang akan datang, mereka hanya disuguhi dengan ampas ampas daging bumi ku.Sungguh benar apa yang telah tertulis dalam Al Qur'an 14 abad lalu yang mengatakan
"Telah tampak kerusakan di darat maupun di laut yang semuanya akibat ulah dari manusia itu sendiri"
Wahai makhluk makhluk yang berakal dan punya hati ! hentikanlah eksploitasi terhadap pertiwi ku..jangan jadikan negeri kita ini menjadi neraka yang akan membunuh kita semua, kalian kalian yang membuatnya juga mnggali kuburan bagi diri kalian sendiri !! dengarlah suara jeritan jeritan alam ini, mereka meneriakkan satu suara "Hentikan merusak kami!!"